INVESTASI DI PROPERTY Rabu, Mar 12 2008 

INVESTASI DI PROPERTY

pinus_magnolia.jpg
Oleh: Mike Rini

Dikutip dari Danareksa.com

Investasi di property masih jadi pilihan utama kebanyakan orang, sebab orang
beranggapan bahwa itu adalah salah satu cara terbaik untuk mengembangkan uang.
Secara umum investasi property dianggap lebih aman daripada jenis investasi
lainnya. Sebabnya Anda menguasai atau mengelola sendiri investasinya, jadi Anda
bisa mengendalikan hampir semuanya. Namun hal itu bukanlah satunya keuntungan
berinvestasi di property, karena yang paling menarik sebenarnya dari invesatsi
di property ini memungkinkan Anda untuk menggunakan uang orang lain untuk mulai
berinvestasi.

Kebanyakan produk investasi lain banyak dipengaruhi oleh faktor luar. Misalnya
harga-harga di bursa saham bisa naik turun dengan cepat bahkan signifikan karena
isu atau gossip seputar politik, kebijakan pemerintah, keamanan negara, kondisi
ekonomi, atau seperti obligasi yang harganya turun saat angka inflasi dan suku
bunga naik. Dibandingkan property yang walaupun juga terpengaruh faktor luar,
namun perubahannya tidak terlalu cepat, misalnya harga rumah tentunya tidak bisa
berubah begitu saja dalam sehari tetapi butuh tahunan.

Keuntungan Investasi di Property
Dengan berinvestasi ke property, Anda mempunyai kesempatan untuk mendapatkan
hasil return investasi yang besar. Jika Anda lihat Donald Trump pengusuha
property dari Amerika atau Ir. Ciputra dari Indonesia, mereka kaya raya dari
bisnis property. Bank juga memiliki property, jika kita perhatikan gedung kantor
pusat bertingkat tinggi yang megah, belum lagi puluhan jumlah kantor cabangnya

Banyak cara untuk berinvestasi ke property. Anda bisa memulainya dengan membeli
rumah tinggal, ruko, membangun rumah sewaan, bangunan komersial lainnya atau
tanah kosong. Dari semua pilihan ini, membeli dan menjual rumah sewaan lebih
baik dipilih bagi mereka yang baru akan mulai berinvestasi di property, kemudian
sedikit-sedikit menabung dari hasil sewa untuk diinvestasikan kembali..Jika Anda
perhatikan banyak orang tertarik untuk membuat rumah sewaan, sebab dengan
menjadi induk semang memungkinkan Anda memiliki harta yang bisa Anda kontrol
sendiri, kemudian menjualnya nanti. Kabar baiknya Anda tidak memerlukan uang
banyak untuk memulai investasi Anda di property.

Penting sekali memahami mengapa property seringkali menjadi pilihan utama orang
untuk mengembangkan harta kekayaannya, alasannya bukannya karena property tidak
berisiko. Seperti investasi lainnya di property juga mempunyai kendala misalnya
para penyewa yang telat membayar sewa rumah, pindah tanpa memberitahu, bangunan
yang rusak, kesulitan apapun bisa terjadi. Intinya jika Anda bersedia repot
dengan urusan semacam ini, maka investasi di property memang untuk Anda.

Menggunakan Uang Orang lain “ Other People’s Money “
Salah satu hal yang paling menarik dari investasi di property adalah bahwa
sistemnya dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan Anda untuk menggunakan
uang orang lain untuk membiayai investasi Anda. Ini adalah salah satu konsep
terpenting yang membuata rproperty bisa menjadikan Anda bisa lebih kaya
dibandingkan investasi lainnya.

Pada jenis investasi lain maka besarnya jumlah investasinya sangat ditentukan
dari seberapa banyak Anda bersedia dan mampu membayarnya dengan tunai. Jadi
untuk membeli investasi lain Anda barus membayarnya tunai dengan asumsi
menggunakan uang Anda sendiri. Kita ambil saja contohnya investasi di pasar
modal. Untuk membeli saham maka Anda harus membayar tunai seluruhnya dari
kesuluruhan transaksinya, kecuali Anda melakukan margin trading yang sebenarnya
sangat berisiko. Begitu juga investasi di obligasi, reksadana, deposito dan
tabungan di bank, bahka emas dan barang koleksi yang bernilai seni, semuanya
mensyaratkan pembayaran tunai seluruhnya.

Investasi di property tidak demikian, Anda bisa saja membayar sebesar uang muka
rumahnya sebesar 10% sampai dengan 30% dari harga rumahnya dalam rangka untuk
memiliki barangnya kemudian sisanya bisa dibiayai dari pinjaman ke bank.
Jangankan bank, bahkan developernya sendiripun mau memberikan keringanan
pembayaran cicilan untuk pembayaran uang muka pembelian barangnya.

Kesempatan untuk menggunakan uang orang lain terwujud dalam bentuk pembiayaan
ini disebut dengan istilah leverage, atau kemampuan dalam melipatgandakan
sesuatu. Contohnya, dihari pertama Anda berhasil mendapatkan kredit rumah dengan
pembayaran uang muka sebesar Rp 30 juta, maka dihari itu pula aset tunai Anda
langsung bertambah menjadi Rp 100 juta. Dengan menggunakan pembiayaan maka
investasi rumah bisa berlipat ganda dengan dua cara. Pertama, semakin banyak
uang yang diinvestasikan maka semakin besar uang orang lain atau pembiayaan yang
bisa Anda dapatkan, misalnya dengan uang Rp 30 juta, maka Anda hanya bisa
membeli saham sampai sebesar Rp 30 juta. Namun dengan jumlah uang yang sama jika
diinvestasikan ke dalam property, maka Anda bisa membeli rumah seharga Rp 100
juta. Dimana Anda membayar uang muka rumah sebasar Rp 30 juta, kemudian bank
membiayai sisanya sebesar Rp 70 juta, selanjutnya Anda menjadi pemilik sebuah
bangunan seharga Rp 100 juta. Bukankah jumlah tersebut lebih dari 3 kalinya atau
300% berlipat ganda ? Luar biasa.

Mengapa Real Estate Menguntungkan
Menggunakan uang orang lain atau menggunakan pembiayaan merupakan salah satu
saja dari kemudahan yang bisa dimanfaatkan dakam berinvestasi ke property. Namun
selain itu masih banyak keuntungan investasi di property yang membuatnya sangat
menarik di bandingkan investasi lainya.

Arus Kas, “Cash Flow“,
Arus kas adalah uang yang Anda terima secara rutin atas uang yang Anda tanamkan
dalam suatu investasi. misalnya bunga tabungan dan deposito adalah arus kas
karena memberikan pendapatan untuk Anda. Dalam property, uang sewa bisa menjadi
pemasukan atau arus kas untuk Anda. Semakin banyak bangunan yang bisa Anda
sewakan maka semakin besar pula arus kas Anda.

Nilai kepemilikan Anda terhadap rumah tersebut meningkat.
Nilai kepemilikan atau hak Anda terhadap investasi property yang dibiayai dari
konsep menggunakan uang orang lain tadi akan meningkat, jauh melebihi hutang
atau kewajiban Anda. Hak kepemilikan seseorang dalam suatu investasi ini dikenal
dengan istilah equity. Contohnya jika pembelian investasi property Anda sebesar
Rp 100 juta, yang dibiayai oleh bank Rp 70 juta, sisanya yang Rp 30 juta memakai
uang Anda sendiri. Maka hak kepemilikan Anda terhadap investasi senilai Rp 100
juta tadi adalah sebesar Rp 30 juta atau 30%nya. Hak kepemilikan akan bertambah
nilainya karena adanya pembayaran cicilan hutang yang mengurangi kewajiban.
Selain itu hak kepemilikan Anda juga bertambah karena nilai propertinya naik.
Nilai property Anda akan naik disebabkan inflasi yang membuat harga barang dan
jasa mengalami kenaikan termasuk property. Akibat inflasi ini bukan cuma nilai
propertinya yang naik tetapi juga Anda mempunyai kesempatan untuk menaikkan arus
kas atau pendapatan rutin Anda dengan cara menaikkan uang sewa rumah sejalan
dengan inflasi tadi. Kenaikan nilai property ini bahkan bisa menaikkan kekuatan
meminjam Anda. Bank biasanya dengan senang hati memberikan pinjaman tambahan
berdasarkan kenaikan harga agunannya atau propertinya. Anda bisa mengunakan uang
ini untuk melunasi saldo hutang yang lama, dan sisa uang dari pinjaman tersebut
bisa masuk kantong Anda. Kemudian untuk cicilan pinjaman baru sesuaikanlah
dengan pemasukan uang sewa.

Kesempatan untuk membangun bangunan yang lebih besar lagi, setelah Anda berhasil
melunasi hutangnya, Anda akan mempunyai lebih banyak uang untuk dialokasikan,
misalnya untuk membuat property yang sudah ada menjadi lebih besar lagi. Banyak
investasi property dimulai dari sebuah bangunan kecil, tetapi karena ada
pendapatan dari sewa yang bisa mencover cicilan hutang bulanan, maka membuat
propertinya menjadi bangunan lebih besar menjadi sangat mungkin.

Sulitkah Mendapatkan Pinjaman Untuk Investasi Property?
Bagian paling sulit dari semua bisnis adalah mendapatkan uang untuk membiayai
bisnis tersebut. Orang bahkan masih sangat sulit untuk meminjam kredit usaha
dari bank untuk memulai usaha. Bank biasanya hanya mau memberikan pinjaman hanya
kepada bisnis yang sudah berjalan 2 tahun. Hal ini tidak berlaku saat Anda mau
meminjam uang ke bank untuk membeli rumah. Tidak peduli apakah Anda baru membeli
rumah untuk pertama kalinya atau untuk yang kesekian kalinya, kredit rumah bisa
diberikan oleh bank untuk pembelian rumah yang ke berapapun. Selain itu dari
sisi bank kredit rumah juga dianggap sebagai jenis kredit yang risikonya paling
rendah.

Sebab besarnya cicilan kredit rumah disesuaikan dengan penghasilan Anda, dengan
demkian bank berasumsi bahwa debiturnya sudah mempunyai penghasilan yang stabil
yang bisa digunakan untuk membayar cicilan bulanan. Kemudian dilihat dari segi
jaminanya yaitu bangunan itu sendiri, yang kita ketahui terus mengalami kenaikan
harga, maka tidak heran kalau jaminannya umumnya bisa mengcover hutangnya.

Langkah – Langkah Memulai Investasi Di Property
Walaupun ada kesempatan menggunakan pinjaman untuk membiayai investasi property
Anda, bukan berarti Anda menjadi lengah. Investasi di property tetap membutuhkan
komitmen penggunaan uang dan waktu. Jadi melakukan riset dan menetapkan rencana
sebelum berinvestasi di property sangatlah penting. Karena langkah paling awal
dan paling penting begitu Anda memutuskan untuk berinvestasi ke property adalah
mempelajari segala sesuatunya tentang property sebanyak yang Anda bisa.

Terus belajar, ada banyak sumber informasi yang bisa Anda dapat untuk belajar
tentang investasi property misalnya dari buku – buku, kursus, seminar, juga
internet dan lain-lain. Untuk mengenal bisnis property Anda juga bisa mengambil
kerja paruh waktu sebagai broker property. Keuntungannya, selain Anda bisa
mempraktekkan apa yang Anda pelajari dari berbagai sumber informasi tadi, Anda
juga bisa mendapatkan komisi penjualan dari property yang Anda jual. Belum lagi
kesempatan untuk membangun jaringan atau network yang tentunya akan sangat
bermanfaat untuk membantu bisnis property Anda nanti. Melakukan riset terlebih
dahulu akan membuat Anda “awas” terhadap risiko atau problem-problem yang
mungkin timbul berkenaan dengan kepemilikan property misalnya bisa terjadi
masalah dengan para penyewa, biaya-biaya perawatan bangunan.

Bekerja samalah dengan agen penjual rumah atau broker property, setelah Anda
membekali diri Anda dengan informasi yang memadai tentang bisnis property maka
selanjutnya carilah seorang agen penjual rumah atau broker property yang
bersedia membantu Anda memahami lebih jauh tentang bisnis property. Carilah agen
penjual yang sudah berpengalaman minimal 2 tahun, biasanya mereka sudah jauh
lebih menguasai bisnis property. Sebaiknya Anda mencari agen penjual rumah yang
bekerja fulltime daripada partime, sebab dikhatirkan mereka tidak bisa memenuhi

Riset mengenai suku bunga, kenaikan harga property, harga sewa,jika Anda mau
menggunakan pembiayaan dari bank maka bandingkanlah suku bunga kredit bank yang
satu dengan yang lain dan carilah yang paling kompetitif. Kemudian juga mengenai
asumsi kenaikan harga propertinya sehingga Anda bisa menentukan kira-kira berapa
harga jualnya suatu saat nanti. Jangan lupa jika Anda ingin mendapatkan
pemdapatan dari sewa ruamh, maka sebelum menentukan harga sewa carilah informasi
mengenai harga sewa rumah yang pantas untuk daerah tersebut yang disesuaikan
dengan kondisi bangunannya.

Your Action Plan
Setelah Anda berketetapan hati untuk berinvestasi di property, maka selanjutnya
Anda tinggal menetapkan tujuan dari investasi property Anda secara spesifik dan
terukur. Misalnya Anda ingin mendapatkan uang Rp 100 juta yang Anda tanamkan
dalam investasi property e atau pembelian property bisa menjadi Rp 1 M dalam 10
tahun. Setelah Anda menetapkan tujuan barulah Anda bisa menentukan jenis
property apa yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut, apakah perumahan,
bangunan komersial.. Hitunglah berapa banyak jumlah uang yang dibutuhkan untuk
nvestasi tersebut, kondisi pasar propertinya, kemudian jumlah uang sewa yang
bisa Anda harapkan, juga berapa banyak bangunan yang bisa Anda beli. Dengan
melakukan riset seperti dianjurkan diatas, maka Anda bisa memperkirakan berapa
banyak uang yang mesti Anda sediakan dan berapa hasil investasi yang bisa
diharapkan untuk terus berkembang. Anda bahkan bisa perkirakan berapa lama
property tersebut harus Anda tahan sebelum menjualnya. Dengan membuat tujuan
keuangannya akan memberikan Anda semacam pedoman untuk memulai bisnis baru Anda,
mengambil tindakan-tindakan yang perlu, melakukan antisipasi risiko, kemudian
melakukan investasinya.

Selamat berinvestasi !

Salam
Mike Rini
Perencana Keuangan

http://www.perencanakeuangan.com

Rumah Murah di Surabaya Timur Minggu, Feb 24 2008 

Rumah Dijual Murah
Lokasi : Wiguna Selatan VII/48 SurabayaLuas tanah : 90 m2
Luas Bangunan : 39 m2
Hadap Selatan,
lebar jalan 5 meter
baru direnovasi, fasilitas lengkap (Listrik, telp, PDAM)Rp. 150 juta saja (bisa nego)

BISA KPR

Berminat, hubungi : ESA (031) 60323234 / 0815537 3344

Tampak Jalan lingkungan, Rumah disebelah kiri

tampak jalan

Tampak depan

tampak depan

TERJUAL

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.